Hari ini
angin terdengar gaduh
namun sedikit kudengar angin ini menangis
namun sedikit kudengar angin ini menangis
Ia menangis
bukan karena sedih,
melainkan
bahagia, bukan?
Angin ini
adalah temanku
bukan karena
menyejukkan
bukan karena
menenangkan
bukan karena
menakutkan
karena ia menemaniku,
maka
angin ini
adalah temanku
Angin ini
teman setia
Setia
bersamaku
semenjak
kakiku menginjak dunia
hingga maut
menjelang
Aku sering
melupakan angin ini
tapi ia
selalu kutemukan bila aku mencarinya
angin ini
teman setia
Aku tidak
bisa terus bersama angin ini
Angin ini
tahu, bukan?
Satu-satunya
yang menemaniku nanti
hanyalah
amalanku saja
Angin ini
bahagia, bukan?
Melepasku
atas panggilan Sang Pencipta,
yang selalu
dipujanya
Angin ini
mengerti, bukan?
Bahwa teman,
kerabat, keluarga
adalah pinjaman
Yang Maha Kuasa
akan diambil
pada waktunya
Sementara
angin ini masih menangis kecil kudengar
Aku mulai
menangis sendiri pula
Apakah aku
terlalu cinta dunia?
Aku tak
punya waktu berpikir
Mendadak
angin ini berubah nada, berubah rupa
Angin ini
tiba-tiba membeku
Angin ini
tiba-tiba menyesakkanku
Angin ini
masih menjadi teman setiaku
untuk
terakhir kali

Tidak ada komentar:
Posting Komentar