Minggu, 14 April 2013

Angin Ini


Hari ini angin terdengar gaduh
namun sedikit kudengar angin ini menangis
Ia menangis bukan karena sedih,
melainkan bahagia, bukan?

Angin ini adalah temanku
bukan karena menyejukkan
bukan karena menenangkan
bukan karena menakutkan
karena ia menemaniku, maka
angin ini adalah temanku

Angin ini teman setia
Setia bersamaku
semenjak kakiku menginjak dunia
hingga maut menjelang
Aku sering melupakan angin ini
tapi ia selalu kutemukan bila aku mencarinya
angin ini teman setia

Aku tidak bisa terus bersama angin ini
Angin ini tahu, bukan?
Satu-satunya yang menemaniku nanti
hanyalah amalanku saja
Angin ini bahagia, bukan?
Melepasku atas panggilan Sang Pencipta,
yang selalu dipujanya
Angin ini mengerti, bukan?
Bahwa teman, kerabat, keluarga
adalah pinjaman Yang Maha Kuasa
akan diambil pada waktunya

Sementara angin ini masih menangis kecil kudengar
Aku mulai menangis sendiri pula
Apakah aku terlalu cinta dunia?

Aku tak punya waktu berpikir
Mendadak angin ini berubah nada, berubah rupa
Angin ini tiba-tiba membeku
Angin ini tiba-tiba menyesakkanku
Angin ini masih menjadi teman setiaku
untuk terakhir kali

Tidak ada komentar:

Posting Komentar