Minggu, 14 April 2013

Angin Ini


Hari ini angin terdengar gaduh
namun sedikit kudengar angin ini menangis
Ia menangis bukan karena sedih,
melainkan bahagia, bukan?

Angin ini adalah temanku
bukan karena menyejukkan
bukan karena menenangkan
bukan karena menakutkan
karena ia menemaniku, maka
angin ini adalah temanku

Angin ini teman setia
Setia bersamaku
semenjak kakiku menginjak dunia
hingga maut menjelang
Aku sering melupakan angin ini
tapi ia selalu kutemukan bila aku mencarinya
angin ini teman setia

Aku tidak bisa terus bersama angin ini
Angin ini tahu, bukan?
Satu-satunya yang menemaniku nanti
hanyalah amalanku saja
Angin ini bahagia, bukan?
Melepasku atas panggilan Sang Pencipta,
yang selalu dipujanya
Angin ini mengerti, bukan?
Bahwa teman, kerabat, keluarga
adalah pinjaman Yang Maha Kuasa
akan diambil pada waktunya

Sementara angin ini masih menangis kecil kudengar
Aku mulai menangis sendiri pula
Apakah aku terlalu cinta dunia?

Aku tak punya waktu berpikir
Mendadak angin ini berubah nada, berubah rupa
Angin ini tiba-tiba membeku
Angin ini tiba-tiba menyesakkanku
Angin ini masih menjadi teman setiaku
untuk terakhir kali

Selasa, 09 April 2013

Ladang Hitam







Siapakah? Siapa pernah ke ladang hitam? Siapa pernah melihatnya? Apa benar kabar mereka? Mereka bilang disana layak, udara dan airnya menyegarkan. Mereka bilang disana aman, tak banyak bencana melanda, jagatnya dalam keseimbangan. Mereka bilang disana nyaman, siangnya mencerahkan, malamnya melelapkan. Mereka bilang disana subur, banyak kehidupan, berlimpah tetumbuhan. Mereka bilang disana indah, penuh dengan frekuensi nada dan warna berbeda. Apa benar kata mereka? Seistimewa itukah ladang hitam? Kenapa bisa demikian? Siapa yang diamanahi ladang hitam? Bagaimana kita kesana?

Mereka tidak memberitahu kecuali untuk menambah rasa ingin tahu. Masih banyak yang belum kita ketahui tentang ladang hitam. Siapapun, siapapun yang mengetahui, tolong beritahu kita tentang ladang hitam. Tolong beritahu kita kebenaran tentang ladang hitam!

Ladang hitam tidak seperti yang mereka katakan. Tepatnya, ladang hitam tidak lagi seperti yang mereka katakan. Yang mereka kabarkan itu tidak lain adalah ladang hitam 1000 atau 2000 hari lalu. Sekarang ladang hitam sudah berubah tajam. Ladang hitam seakan kelihangan kelayakan, keamanan, keseimbangan, kenyamanan, keindahan. Ladang hitam telah kecurian. Ladang hitam telah dihabiskan.

Siapa yang menghabiskan? Tidakkah ladang hitam itu kaya?

Ladang hitam sangatlah kaya. Ladang hitam sangatlah subur, tidak bisa dibandingkan dengan ladang kita. Hanya saja ladang hitam tidak sanggup melayani khalifahnya. Sekaya apapun ladang hitam, tak akan cukup untuk menuruti hawa nafsu khalifahnya. Maka jadilah ladang hitam dihabisi perlahan-lahan. Itulah yang akan kita jumpai bila kita ke ladang hitam sekarang, atau bahkan untuk seterusnya.

Seburuk itukah khalifah ladang hitam? Setamak itukah? Seperti apa khalifah ladang hitam? Tidak bisakah kita gantikan? Apakah kita tidak bisa mengubah ladang hitam menjadi lebih baik? Apakah ladang hitam sudah akan habis umurnya?

Ya, ladang hitam sudah mendekati akhir masanya. Atau setidaknya itu yang bisa kita lihat dari situasi ladang hitam bila menilik sabda Rasulullah. Karena itu sepertinya suasana ladang hitam tak akan lebih baik kecuali untuk sekejap masa. Ladang hitam pun makin buruk rupa dengan tingkah khalifah. Khalifah ladang hitam nyatanya diciptakan dalam keadaan sebaik-baiknya, tapi banyak dari khalifah itu berakhir pada tingkatan yang buruk. Khalifah dirasuki hawa nafsu dan khalifah ladang hitam sebelumnya yang iri hati. Sebagian dari khalifah bahkan membunuh sesama. Sebagian tidak saling mengerti dengan sebagian lain. Khalifah itu banyak yang hidup dalam politik, dalam trik, dengan licik. Khalifah itu banyak yang hidup dengan egois. Melakukan sesuatu hanya untuk kepentingan khalifah sendiri, bahkan sekalipun sesuatu itu bermanfaat untuk makhluk lain. Dan yang terparah, dengan semua nikmat yang diberikan Allah, justru banyak khalifah yang tidak bersyukur padaNya.

Sesungguhnya kita tidak yakin akan bisa menggantikan khalifah, karena bisa jadi kita akan berbuat lebih banyak kerusakan dari khalifah. Jika yang diciptakan sebaik-baiknya saja berbuat banyak kerusakan, apalagi kita? Tentu kita akan tergoda dengan megahnya ladang hitam. Kita tidak ingin menjadi seperti khalifah bukan? Hanya inilah berita yang bisa kita sampaikan menurut kebenaran kita, menurut apa yang kita saksikan.

Rasanya tidak ada yang bisa kita lakukan tentang berita ini. Tidak ada yang bisa kita lakukan terhadap ladang hitam. Baiklah kalau memang benar yang kita katakan.   

Tapi entah mengapa kita ingin kabar ini benar, tapi juga kita ingin ia salah untuk suatu yang lain. Layaknya bagaimana paragraf-paragraf ini dibuat, seperti mimpi buruk tentang kematian.