Siapakah?
Siapa pernah ke ladang hitam? Siapa pernah melihatnya? Apa benar kabar mereka?
Mereka bilang disana layak, udara dan airnya menyegarkan. Mereka bilang disana
aman, tak banyak bencana melanda, jagatnya dalam keseimbangan. Mereka bilang
disana nyaman, siangnya mencerahkan, malamnya melelapkan. Mereka bilang disana subur,
banyak kehidupan, berlimpah tetumbuhan. Mereka bilang disana indah, penuh
dengan frekuensi nada dan warna berbeda. Apa benar kata mereka? Seistimewa
itukah ladang hitam? Kenapa bisa demikian? Siapa yang diamanahi ladang hitam? Bagaimana
kita kesana?
Mereka tidak
memberitahu kecuali untuk menambah rasa ingin tahu. Masih banyak yang belum
kita ketahui tentang ladang hitam. Siapapun, siapapun yang mengetahui, tolong beritahu
kita tentang ladang hitam. Tolong beritahu kita kebenaran tentang ladang hitam!
Ladang hitam
tidak seperti yang mereka katakan. Tepatnya, ladang hitam tidak lagi seperti
yang mereka katakan. Yang mereka kabarkan itu tidak lain adalah ladang hitam
1000 atau 2000 hari lalu. Sekarang ladang hitam sudah berubah tajam. Ladang
hitam seakan kelihangan kelayakan, keamanan, keseimbangan, kenyamanan,
keindahan. Ladang hitam telah kecurian. Ladang hitam telah dihabiskan.
Siapa yang
menghabiskan? Tidakkah ladang hitam itu kaya?
Ladang hitam
sangatlah kaya. Ladang hitam sangatlah subur, tidak bisa dibandingkan dengan
ladang kita. Hanya saja ladang hitam tidak sanggup melayani khalifahnya. Sekaya
apapun ladang hitam, tak akan cukup untuk menuruti hawa nafsu khalifahnya. Maka
jadilah ladang hitam dihabisi perlahan-lahan. Itulah yang akan kita jumpai bila
kita ke ladang hitam sekarang, atau bahkan untuk seterusnya.
Seburuk
itukah khalifah ladang hitam? Setamak itukah? Seperti apa khalifah ladang
hitam? Tidak bisakah kita gantikan? Apakah kita tidak bisa mengubah ladang
hitam menjadi lebih baik? Apakah ladang hitam sudah akan habis umurnya?
Ya, ladang
hitam sudah mendekati akhir masanya. Atau setidaknya itu yang bisa kita lihat
dari situasi ladang hitam bila menilik sabda Rasulullah. Karena itu sepertinya
suasana ladang hitam tak akan lebih baik kecuali untuk sekejap masa. Ladang hitam pun makin buruk rupa dengan tingkah khalifah. Khalifah
ladang hitam nyatanya diciptakan dalam keadaan sebaik-baiknya, tapi banyak dari khalifah
itu berakhir pada tingkatan yang buruk. Khalifah dirasuki hawa nafsu dan khalifah ladang hitam
sebelumnya yang iri hati. Sebagian dari khalifah bahkan membunuh sesama. Sebagian
tidak saling mengerti dengan sebagian lain. Khalifah itu banyak yang hidup
dalam politik, dalam trik, dengan licik. Khalifah itu banyak yang hidup dengan egois. Melakukan
sesuatu hanya untuk kepentingan khalifah sendiri, bahkan sekalipun sesuatu itu
bermanfaat untuk makhluk lain. Dan yang terparah, dengan semua nikmat yang diberikan Allah, justru banyak khalifah yang tidak bersyukur padaNya.
Sesungguhnya kita tidak yakin akan bisa menggantikan khalifah, karena bisa jadi kita akan berbuat lebih banyak kerusakan dari khalifah. Jika yang diciptakan sebaik-baiknya saja berbuat banyak kerusakan, apalagi kita? Tentu kita akan tergoda dengan megahnya ladang hitam. Kita tidak ingin menjadi seperti khalifah bukan? Hanya inilah berita yang bisa kita sampaikan menurut kebenaran kita, menurut apa yang kita saksikan.
Sesungguhnya kita tidak yakin akan bisa menggantikan khalifah, karena bisa jadi kita akan berbuat lebih banyak kerusakan dari khalifah. Jika yang diciptakan sebaik-baiknya saja berbuat banyak kerusakan, apalagi kita? Tentu kita akan tergoda dengan megahnya ladang hitam. Kita tidak ingin menjadi seperti khalifah bukan? Hanya inilah berita yang bisa kita sampaikan menurut kebenaran kita, menurut apa yang kita saksikan.
Rasanya tidak ada yang bisa kita lakukan tentang
berita ini. Tidak ada yang bisa kita lakukan terhadap ladang hitam. Baiklah
kalau memang benar yang kita katakan.
Tapi entah
mengapa kita ingin kabar ini benar, tapi juga kita ingin ia salah untuk suatu
yang lain. Layaknya bagaimana paragraf-paragraf ini dibuat, seperti mimpi buruk
tentang kematian.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar